RANGKAIAN SERI IMPEDANSI (Materi rangkaian listrik)

Pengertian impedansi. Impedansi dilambangkan dengan simbol Z dan memiliki satuan Ohm (Ω). Anda dapat mengukur impedansi rangkaian atau komponen elektrik apa pun. Hasil pengukurannya akan memberitahu Anda seberapa besar rangkaian tersebut menghambat aliran elektron (arus). Ada dua efek berbeda yang memperlambat laju arus, kedua-duanya berkontribusi terhadap impedansi:

  • Resistansi (R) atau Hambatan adalah perlambatan arus yang disebabkan oleh bahan dan bentuk dari komponen. Efek ini paling besar terdapat di resistor, meski seluruh komponen pasti memiliki setidaknya sedikit hambatan.
  • Reaktansi (X) adalah perlambatan arus dikarenakan bidang elektrik dan magnetis yang menolak perubahan arus atau tegangan. Efek ini paling signifikan terdapat pada kapasitordan induktor.
  • Mengulas resistansi. Resistansi adalah konsep dasar dalam bidang studi elektrik. Anda dapat melihatnya dalam hukum Ohm: ΔV = I * R.  Persamaan ini membuat Anda bisa menghitung nilai-nilai dari variabel-variabel tersebut selama Anda mengetahui setidaknya dua dari tiga variabelnya. Sebagai contoh, untuk menghitung resistansi, tulislah rumusnya menjadi R = I / ΔV. Anda juga bisa menghitung resistansi dengan mudah menggunakan multimeter.
    • ΔV adalah tegangan, satuannya Volt (V). Variabel ini juga disebut sebagai perbedaan potensi.
    • I adalah arus, satuannya Ampere (A).
    • R adalah resistansi, satuannya Ohm (Ω).

 

Kurangi reaktansi induktif dengan reaktansi kapasitif untuk memperoleh total reaktansi. Oleh karena efek salah satu reaktansi meningkat seiring dengan menurunnya efek reaktansi satunya lagi, kedua reaktansi tersebut cenderung saling mengurangi efek satu sama lain. Untuk mencari nilai totalnya, kurangi nilai reaktansi yang lebih besar dengan nilai reaktansi yang lebih kecil.

  • Anda akan memperoleh hasil yang sama dari rumus Xtotal= |XC – XL|

 

Menghitung impedansi dari resistansi dan reaktansi dalam rangkaian seri. Anda tidak bisa menjumlahkan keduanya karena kedua nilai tersebut berada pada fase yang berbeda. Artinya, nilai keduanya berubah seiring berjalannya waktu sebagai bagian dari siklus AC, tetapi keduanya mencapai puncak pada waktu yang berbeda. Untungnya, apabila semua komponennya berada dalam rangkaian seri (hanya terdapat satu kawat), kita dapat menggunakan rumus sederhana Z = √(R2 + X2).

  • Perhitungan di balik rumus ini melibatkan “fasor,” meski sepertinya juga terhubung dengan geometri . Kita bisa melambangkan kedua komponen R dan X sebagai dua sisi dari segitiga siku-siku, dengan impedansi Z sebagai sisi tegaknya.

Menghitung impedansi dari resistansi dan reaktansi dalam rangkaian paralel. Ini adalah cara umum untuk menghitung impedansi, tetapi dibutuhkan pemahaman atas angka-angka kompleks. Ini adalah satu-satunya cara untuk menghitung total impedansi suatu rangkaian paralel yang melibatkan resistansi dan reaktansi.

  • Z = R + jX, dengan j sebagai komponen imajiner: √(-1). Gunakan j alih-alih i untuk menghindari kekeliruan penggunaan dengan I yang melambangkan arus.
  • Anda tidak bisa mengombinasikan kedua angka tersebut. Sebagai contoh, suatu impedansi dapat dituliskan sebagai 60Ω + j120Ω.
  • Apabila Anda memiliki dua rangkaian seperti ini dalam satu rangkaian seri, Anda dapat menjumlahkan komponen bilangan nyata dan komponen imajiner secara terpisah. Sebagai contoh, apabila Z1 = 60Ω + j120Ω dan terhubung secara seri dengan resistor yang memiliki Z2 = 20Ω, maka Ztotal = 80Ω + j120Ω.

 

Leave a Reply