TEORI LOOP

Pada rangkaian dengan dua loop atau lebih dalam menyelesaikan permasalahnnya memerlukan konsep Hukum I Kirchoff dan Hukum II Kirchhoff. Jadi untuk menyelesaikan rangkaian majemuk ini anda kembali dituntut untuk menguasai konsep Hukum I Kirchhoff. Untuk memudahkan mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan rangkaian majemuk anda perlu mengikuti langkah-langkahnya. adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan rangkaian majemuk adalah sebagai berikut.

  1. Gambarlah rangkaian majemuk tersebut.
  2. Tetapkanlah arah kuat arus yang mengalir di setiap cabang
  3. Tulislah persamaan-persamaan arus untuk di setiap titik cabang menggunakan Hukum I Kirchhoff.
  4. Tetapkan loop beserta arahnya pada setiap rangkaian tertutup.
  5. Tulislah persamaan-persamaan untuk setiap loop menggunakan Hukum II Kirchhoff.
  6. Hitung besaran-besaran yang dinyatakan dengan menggunakan persamaan-persamaan Hukum II Kirchhoff.

 

Contoh Soal 1

Perhatikan rangkaian majemuk berikut ini!

 

Tentukan kuat arus yang mengalir dalam hambatan di 1Ω, 2,5Ω dan 6Ω serta tentukan juga besarnya beda potensial antara titik A dan B.

 

Jawab:

Ini merupakan contoh soal yang penyelesaiannya menggunakan konsep Hukum I Kirchhoff dan Hukum II Kirchhoff. Misalkan untuk loop I (pertama) kita arahkan sesuai dengan arah putaran jarum jam sedangkan untuk loop II (kedua) kita arahkan berlawanan dengan arah putaran jarum jam.

 

Berdasarkan hukum I Kirchhoff maka diperoleh,

I1 + I3 = I2  => I1 = I2 – I3 . . . . . (1)

 

Berdasarkan hukum II Kirchhoff, untuk loop I maka diperoleh:

Ʃε + ƩIR = 0

-4 + (0,5+1+0,5)I1 + 6I2 = 0

-4 + 2I1 + 6I2 = 0

I1 + 3I2 = 2 . . . . . (2)

 

Berdasarkan hukum II Kirchhoff, untuk loop II maka diperoleh:

Ʃε + ƩIR = 0

-2 + (2,5 +0,5)I3 + 6I2 = 0

-2 + 3I3 + 6I2 = 0

3I3 + 6I2 = 2 . . . . . . (3)

 

Dengan mensubstitusikan persamaan (1) ke persamaan (2) maka akan diperoleh:

I1 + 3I2 = 2

– I3 + 4I2 = 2

I3 = 4I2 – 2 . . .  . (4)

 

Kemudian substitusikan persamaan (4) ke persamaan (3) maka diperoleh:

3I3 + 6I2 = 2

3(4I2 – 2) + 6I2 = 2

12I2 – 6 + 6I2 = 2

18I2 = 8

I2 = 8/18

I2 = 4/9A

 

Dari persamaan (4) akan diperoleh:

I3 = 4I2 – 2

I3 = 4(4/9) – 2

I3 = 16/9 – 2

I3 = 16/9 – 18/9

I3 = – 2/9A

 

Dari persamaan (1) akan diperoleh:

I1 = I2 – I3

I1 = 4/9A – (– 2/9A)

I1 = 6/9A

 

Jadi, besarnya kuat arus yang mengalir dalam hambatan 1Ω adalah 6/9A, yang mengalir di dalam hambatan 2,5Ω adalah 4/9A, dan yang mengalir dihambatan 6Ω adalah sebesar 2/9A (tanda negatif menunjukan bahwa arah arus berlawanan arah dengan arah loop)

Sekarang kita akan cari besarnya tegangan yang mengalir di AB (VAB), yakni:

VAB =Ʃε + ƩIR

VAB =-4V+I1(0,5+1)Ω

VAB =-4V+(6/9A)(1,5Ω)

VAB =-4V+1V

VAB =-3V

 

Kita juga bisa mencarinya dengan jalan lain (jalur tidak ada ε) yaitu:

VAB =Ʃε + ƩIR

VAB = I1(0,5Ω)+I2(6Ω)

VAB = (6/9A)(0,5Ω)+( 4/9A)(6Ω)

VAB = 3/9V+24/9V

VAB = 3V

Jadi, tegangan yang mengalir di AB sebesar 3 Volt.

 

Contoh Soal 2

Perhatikan gambar di bawah ini!

 

Hitunglah kuat arus pada masing-masing cabang dan hitung juga beda potensial antara titik E dan F juga antara E dan C

 

Penyelesaian:

Misalkan untuk loop I (pertama) kita arahkan sesuai dengan arah putaran jarum jam sedangkan untuk loop II (kedua) kita arahkan berlawanan dengan arah putaran jarum jam.

Menurut Hukum I Kirchoff pada rangkaian tersebut akan berlaku:

I1 + I2 = I3 => I1 = I– I2 . . . . . . (1)

 

Berdasarkan hukum II Kirchhoff, untuk loop I (AEFDA) maka diperoleh:

Σε + ΣIR = 0

– ε1 + I(R1 + r1) + I3R3 = 0

– 6 + 3 I1 + 3I3  = 0

3I1 + 3I3 = 6

I1 + I3 = 2 . . . . . . . (2)

 

Berdasarkan hukum II Kirchhoff, untuk loop II (BEFCB) maka diperoleh:

ΣE + ΣIR = 0

– ε2 + I2 (R2 + r2) + i3R3 = 0

– 6 + 6I2 + 3I3 = 0

6I2 + 3I3 = 6

2I2 + I3 = 2 . . . . . . . (3)

 

Dengan mensubstitusikan persamaaan (1) ke persamaan (2) maka diperoleh:

I1 + I3 = 2

I– I2 + I3 = 2

2I– I2 = 2 => I2 = 2I– 2 . . . . . . (4)

 

Dengan mensubstitusikan persamaaan (4) ke persamaan (3) maka diperoleh:

2I2 + I3 = 2

2(2I– 2) + I3 = 2

4I– 4 + I3 = 2

5I= 6

I= 6/5 A = 1,2 A

 

Dengan menggunkan persamaan (3) maka:

2I2 + 1,2 = 2

2I2 = 2 – 1,2

2I2 = 0,8

I2 = 0,8/2

I2 = 0,4 A

 

Dengan menggunkan persamaan (1) maka diperoleh:

I1 = I– I2

I1 = 1,2 – 0,4

I1 = 0,8 A

 

Jadi besarnya kuat arus yang mengalir di I1 adalah 0,8 A, Iadalah 0,4 A dan I3 sebesar 1,2 A

 

Sekarang kita dapat mencari besarnya tegangan di EF (VEF), yaitu:

VEF =Σε+ΣIR

VEF = 0 + I3r3  = 1,2 x 3 = 3,6 volt

 

Sekarang kita dapat mencari besarnya tegangan di EC (VEC), yaitu:

VEC = Σε + ΣIR

VEC = ε2 – I2(R2 + r2)

VEC = 6 -0,4 (6)

VEC = 6 – 2,4

VEC = 3,6 volt

Leave a Reply